Berita Hindu Indonesia

Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

TWITTER

Diberdayakan oleh Blogger.
Upacara Adat Suku Tengger Probolinggo Jawa Timur

On 08.08 with No comments


Upacara Suku Tengger

Berita Hindu Indonesia - 
Bak Pengawal yang Setia, Suku Tengger yang tinggal di Kawasan Bromo-Tengger memiliki peranan penting dalam menjaga keluhuran adat dan kesucian kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Suku Tengger merupakan sebutan bagi Suku Asli yang mendiami Tengger (dikenal sebagai tanah hila-hila / suci) sejak zaman kerajaan Majapahit, para penghuninya dianggap sebagai abdi di bidang keagamaan.

Mereka hidup sederhana dengan mengandalkan hasil pertanian dan perkebunan, dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah. Yang membedakan mereka, dengan suku Jawapada umumnya, misalkan bahasa daerah yang mereka gunakan sehari hari adalah bahasa Jawa Kuno. Sampai saat ini mayoritas Suku Tenggermasih menganut agama Hindu Jawa. Adat istiadat dan budaya para leluhur suku Tenggersangat dipegang teguh hingga kini. Hal ini Tercermin dari masih lestarinya berbagai macam upacara/ritus keagamaan asli dariHindu Tengger.

Upacara adat suku Tengger terdiri dari
(1).Upacara adat yang berhubungan dengankehidupan bermasyarakat suku Tengger, seperti : Hari Raya Karo, Yadnya Kasada dan Unan-Unan,
(2). Upacara adat yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang, seperti:kelahiran (upacara sayut, cuplak puser, tugel kuncung), menikah (upacara walagara),kematian (entas-entas dll).
(3) Upacara adat yang berhubungan dengansiklus pertanian, mendirikan rumah, dangejala alam seperti leliwet dan barikan. Upacara Yadnya Kasada merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan pada malam ke-14 Bulan Kasada. Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasansendratari Rara Anteng – Jaka Seger di panggung terbuka Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Sumber :
#slokaweda #hindu #hindunusantara #hindubali #sloka #weda #infobali

@hindu_dharma @bimashindulpg @ukmhinduunila @unhidenpasar @puskorhindunesia @ppkmhdi @pckmhdipalu @pckmhdidenpasar @kmhdijatim @kmhdundip @kmh.telkomuniversity @kmhdunram @kmhdipalembang @kmhipo @kmhdisumsel @kmh_itb @kmhdi.jabar @kmhdiyogyakarta @kmhdipb @kmhb_unj @kmhbstan @kmhdfkugm @kmhd.sampoernauniversity @kmhdisurabaya @pc_kmhdibanjarmasin @kmhdi_bandarlampung @kmhd.isiyk @pc.kmhdi.karangasem @dpnperadahindonesia @peradah_kepri @peradah_sulsel @madewirayasa
PURA MANDALA GIRI SEMERU KABUPATEN LUMAJANG

On 16.03 with No comments

Pura Lumajang

Berita Hindu Indonesia - Komunitas agama Hindu ini memiliki tempat ibadah yang bernama Pura Mandara Giri Semeru, yang juga dijadikan sebagai objek wisata religi di Kabupaten Lumajang. Selain masyarakat Hindu di Senduro, pura ini juga sering dikunjungi masyarakat Hindu dari luar daerah Jawa Timur, termasuk dari Bali, terlebih pada saat hari-hari besar keagamaan atau juga pada saat upacara Piodalan (ulang tahun pura) yang diadakan tiap tahun sekitar bulan Juli. Pada upacara ini akan tampak masyarakat Hindu dari berbagai daerah yang memenuhi kawasan pura untuk berdoa dan menampilkan berbagai macam kesenian, termasuk kesenian Bali.

Terletak di sebelah timur kaki Gunung Semeru, di balik berdirinya pura ini ternyata terdapat sebuah cerita yang menarik. Awal pendirian Pura Mandara Giri Semeru di Kecamatan Senduro berkaitan dengan upacara Nuur Tirta, yaitu upacara memohon atau pengambilan air suci ke Patirtaan Watu Kelosot di kaki Gunung Semeru oleh umat Hindu dari Bali. Upacara Nuur Tirta ini merupakan bagian dari proses upacara Agung Karya Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih, yaitu pura yang berlokasi di kaki Gunung Agung di Bali. Pada upacara ini air suci harus dibawa oleh umat Hindu dari kaki Gunung Semeru hingga ke Pura Agung Besakih. Upacara ini awalnya dilakukan pada bulan Maret tahun 1963, yang kemudian dilaksanakan lagi pada tahun 1979. 

Dengan adanya upacara yang diadakan secara berkala tersebut, yang melibatkan umat Hindu baik dari Bali maupun umat Hindu asli sekitar kawasan Gunung Semeru, maka diputuskan untuk mendirikan tempat suci di kawasan yang dalam sejarah dinyatakan sebagai kawasan suci semasa Jawa Kuno ini. Meski awalnya permohonan pendirian pura sempat ditolak Pemerintah karena lokasinya berada di sekitar permukiman masyarakat non-Hindu, namun pada akhirnya terbukti bahwa tampak jelas adanya kerukunan antar umat beragama di daerah sekitar pura ini.

Sumber :
#slokaweda #hindu #hindunusantara #hindubali #sloka #weda #infobali
@jokowi @hindu_dharma @bimashindulpg @ukmhinduunila @unhidenpasar @puskorhindunesia @ppkmhdi @pckmhdipalu @pckmhdidenpasar @kmhdijatim @kmhdundip @kmh.telkomuniversity @kmhdunram @kmhdipalembang @kmhipo @kmhdisumsel @kmh_itb @kmhdi.jabar @kmhdiyogyakarta @kmhd
Seks dan Spiritualitas

On 12.46 with No comments



Berita Hindu Indonesia - Kasus penelanjangan di Tanggerang dapat dijadikan refleksi atas kondisi sosial kini. Mereka adalah cerminan dari manusia-manusia yang prustasi, dan efek dari kemunafikan agama yang memandang seksual sebagai sesuatu yang tabu, dan sesat. Daging, darah, tubuh, bau, payudara, vagina, venis, sperma, ovum dst sebagai kekotoran yang dapat mendatangkan kejatuhan di limbah neraka. Doktrin yang demikian, justru akan mengkebiri sisi kealamiahan manusia yang memang harus memiliki hasrat seksual yang berpuncak pada perjumpaan tubuh. Pertentangan antara doktrin agama (tertentu) dan hasrat lahiriah (seksualitas) berdampak pada kekerasan psikologis. Klimaks dari semua itu adalah "prustasi dan setres". Ciri masyarakat prustasi dalam ilmu psikologi sosial, yakni begitu gampang terpropokasi, dan melakukan penghakiman atas "agama, iman dan ayat-ayat suci" (hati-hati setan pun bisa mengutip ayat suci demi dalih pembenaran).

Seksualitas dalam Tantra adalah salah satu jalan menuju pada "pencerahan diri" hingga mencapai kelepasan/kebebasan. Selain memang Tantra menerima sekssualitas tersebut sebagai sebuah sisi dari kealamiahan manusia sebagai makhluk yang bertumbuh dan berkembang. Seks bukanlah sesuatu yang menjijikan dan sedemikian rupa membawa manusia pada kejatuhan. Justru seks adalah “obat” bagi jiwa yang terluka sehingga hidup menjadi menggembirakan dan penuh dengan vitalitas serta bahagia. Sebab dalam Tantra, seks akan dapat menjadikan nafsu, birahi (emosional) dapat menjadi energi kreativitas yang tinggi. Merepresi dan menegasikan (menghilangkan) seks, maka emosional dalam diri akan melakukan perlawanan dan menekan psikis, sehingga hormon “Endorpin” (hormone kegembiraan) akan tertutup. Justru dengan seks hormon kegembiraan akan membuat semua lapisan mental berada pada kondisi alpha dan tetha.

Seks yang baik dan dilakukan dengan teknik Tantra, maka dapat membawa gelombang otak (Brainwave) pada kondisi yang tenang.  Sebab seks yang baik, dilakukan dengan sadar penuh melalui sentuhan-sentuhan dan postur tubuh serta ciuman yang dapat mengaktivasi titik simpul saraf secara optimal. Terlebih ketika gesekan venis dan vagina dengan ritme yang teratur, dan olah nafas, serta menikmati panas dari energi prana yang terpancar hingga berpuncak pada orgasme, maka semua bentuk nafsu, emosional, kemarahan, birahi dan semacamnya akan terlepas. Terpenting, semua itu dilakukan dengan “kesakralan” yang tidak boleh terabaikan. Sebab seks dalam Tantrik Kiri adalah sesuatu yang sakral dan pemujaan kepada Sakti sebagai energi darimana semuanya terlahir, hidup dan kembali. Seks adalah mengalami energi kreasi (creator spirit) sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan sebab di dalamnya ada perpaduan “rasa” (sakti bhawa). Bayangkan….perempuan tidak ada parasnya yang cantik, tidak ada payudaranya, dan tidak ada vaginanya dst…wah…setresss!!!!! Jadi, seks bukan menjijikan tetapi tangga menuju pencerahan diri dan pensakralan tubuh  sebagai “meru” nya Jiwa.
Proses Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu

On 14.39 with No comments

proses pencitaan alam semesta

Pendahuluan
Alam semesta, dalam Hindu disebut dengan Bhuwana agung. Bhuwana  agung juga disebut dengan istilah “makrokosmos, jagat raya, alam besar, brahmanda”. Semua gugusan matahari, bintang, planet, bumi, bulan dan yang menjadi isi alam semesta ini disebut bhuwana agung.
Pada saat ini sering muncul berbagai pertanyaan mengenai alam smesta. Sebenarnya alam semesta ini apa? bagaimana awal dari alam semesta ini? dan siapa yag menciptakan?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul di berbagai kalangan. Dan sejauh ini para ilmuwan sudah melakukan penelitian-penelitian secara mendetail.dari penelitian-penelitian tersebut memunculkan berbagai teori-teori tentang alam semesta/kosmologi. Dan  seiring dengan berjalannya waktu, teori-teori tersebut banyak yang digugurkan para ilmuwan lainnya. Namun dari teori-teori yang sudah ada masih belum bisa diketahui mana yang lebih jelas atau benar.
Penelitian-penelitian tersebut sudah terjadi sejak sebelum masehi hingga sekarang, namun apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini masih belum ada teori yang menjelaskan secara pasti. Oleh sebab itu saya akan memaparkan sedikit pengetahuan yang saya ketahui tentang definisi alam semesta menurut ajaran Hindu dan konsep harmoni alam semesta.
Pembahasan
Konsep Harmoni Alam Semesta
a.  Tri Hita Karana
Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagiaan dan “Karana” yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.
Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keanekaragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari dari pada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tentram, dan damai.
Hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan nya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya. Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.
b. Manusia dengan Alam Lingkungan
Manusia hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Manusia memperoleh bahan keperluan hidup dari lingkungannya. Manusia dengan demikian sangat tergantung kepada lingkungannya. Oleh karena itu manusia harus selalu memperhatikan situasi dan kondisi lingkungannya. Lingkungan harus selalu dijaga dan dipelihara serta tidak dirusak. Lingkungan harus selalu bersih dan rapi. Lingkungan tidak boleh dikotori atau dirusak. Hutan tidak boleh ditebang semuanya, binatang-binatang tidak boleh diburu seenaknya, karena dapat menganggu keseimbangan alam. Lingkungan justu harus dijaga kerapiannya, keserasiannya dan kelestariannya. Lingkungan yang ditata dengan rapi dan bersih akan menciptakan keindahan. Keindahan lingkungan dapat menimbulkan rasa tenang dan tentram dalam diri manusia.
Kesimpulan

Pokok ajaran Tri Hita karana dalam bagian manusia dengan alam/ lingkungan karena manusia hidup dalam lingkungan dan proses penciptaan alam semester disebut dengan dengan Bhuwana agung. Bhuwana  agung juga disebut dengan istilah “makrokosmos, jagat raya, alam besar, brahmanda”. Semua gugusan matahari, bintang, planet, bumi, bulan dan yang menjadi isi alam semesta ini disebut bhuwana agung.
Menerapkan Nilai-Nilai Humanis Dalam Konteks Eko Religius Alam

On 14.20 with No comments

ilustarasi

Pendahuluan
     Manusia hidup dalam lingkungan dan melakukan interaksi dengan komponen-komponen yang ada di lingkungannya. Interaksi tersebut dapat terjadi dengan komponen biotik maupun abiotik serta sosial budaya. Pada awalnya interaksi antara manusia dengan lingkungannya berjalan secara serasi, selaras, dan seimbang. Namun, belakangan ini hubungan tersebut berjalan secara serasi, selaras, dan seimbang. Manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya lebih bersifat eksploitatif terhadap alam, sehingga muncul berbagai masalah lingkungan.
Pembahasan
Pengertian Humanis
Secara historis humanisme dalam bingkai modernitas melahirkan humanisme modern (modern humanism). Humanisme modern memisahkan dan bahkan menganggap tidak perlu terhadap nilai-nilai spiritualitas transenden (Luca 1972, 5). Agama sebagai sesuatu yang inheren dalam diri manusia dinafikan, karena agama dalam perspektif modernitas dianggap tidak dapat menyelesaikan  problematika sosial, sehingga cara pemecahan rasional yang serba positif dan temporal menjadi sangat penting.
Melihat kecenderungan humanisme modern sebagaimana tergambar di atas, maka sangat wajar jika Mario Bunge (2000,16) membagi dua model humanisme, yaitu humanisme sekular dan humanisme religius. Humanisme sekuler (secular humanism) melihat manusia dan masyarakat atas dasar rasionalitas, sedangkan humanisme religius (religious humanism) melihat manusia dan masyarakat berdasarkan pada nilai-nilai moral (etika) sebagaimana yang lazim terdapat dalam agama.
Saat ini, baik humanisme sekuler maupun humanisme religius, keduanya belum mampu mengantarkan terbentuknya individu dan masyarakat ideal.Humanisme sekuler, sekalipun didukung oleh kemanjuan teknologi, belum dapat menyelesaikan problematika individu dan masyarakat, terutama individu dan masyarakat modern Barat, misalnya terhadap krisis spiritual, krisis lingkungan dan sebagainya (Nasr 1975, 3-5). Humansime sekuler dianggap telah gagal menjadi filosofi hidup manusia karena ternyata belum mampu mengangkat harkat kemanusiaan (humanistik) dan eksistensi manusia yang sebenarnya serta kehilangan spirit keagamaan sehingga manusia sekular selalu mengalami kegelisahan spiritual. Di lain pihak, humanisme religius selalu dipahami dalam makna yang sempit, dan luas.
Kesimpulan
Humanisme yang berkembang saat ini dapat di pandang sebagai bentuk gerakan lintas budaya dan universal, dalam arti berbagai sikap dan perilaku etis setiap bentuk tindakan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya, bertujuan membentengi martabat kemanusiaan manusia itu sendiri. Humanisme religious berlandaskan pada keyakinan dan nilai-nilai etik-spiritual yang kokoh, bahwa setiap manusia harus diperlakukan sebagai manusia, dapat menyatukan manusia yang berbeda, baik perbedaan keyakinan dan pola kehidupan sosial, sebuah masyarakat yang melindungi martabat seluruh anggotanya, karena manusia yang ada di dalamnya menjadi sasaran utama.
Aktualisasi humanisme religius menuju humanisme spiritual merupakan salah satu model yang baik dan pantas ditawarkan bagi upaya menyikapi tantangan global dengan mencoba menemukan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang hilang. Humanisme religius tidak memisahkan dunia ke dalam bidang yang berbeda dan mampu melihat akal atau rasionalitas dan pengalaman mistis spiritualis terpancar dari sumber yang sama. Oleh karena itu, perlu menata kembali nilai kebersamaan yang humanis, karena ungkapan tersebut mengandung banyak nilai yang berharga. Sikap humanis-religius, yakni sikap yang mengedepankan sisi-sisi kemanusiaan dan nilai-nilai religi (agama). Humanisme religius mengajarkan kepada manusia untuk berlaku adil antar sesama dan hidup damai di tengah kancah perbedaan. Kejahatan dan penghancuran nilai-nilai kemanusiaan, merupakan bentuk penodaan kesucian Tuhan, dirinya, agama dan para pemeluknya. Sikap marah atau kejam atas nama agama (Tuhan) menurut penulis sangat menjijikkan, justru penghinaan terhadap Tuhan.
Nilai-nilai etis sebagai standar moral bagi bangunan masyarakat humanis yang religius saat ini telah terkikis oleh krisis spiritual manusia. Agama seakanakan tidak lagi dapat berperan menyelesaikan problem kehidupan, bahkan kini dianggap telah menjadi sumber kekerasan dan petaka yang semakin mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Untuk itu perlu perhatian serius dari insan beragama dalam menata ulang kehidupan yang harmonis dan seimbang sesuai dengan tatanan universal alam semesta yang membawa rahmat bagi seluruh isi di dalamnya.
Kementerian Agama Akan Menggelar Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 di Lampung

On 09.36 with No comments



Berita Hindu Indonesia. Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 menurut rencana akan diselenggarakan tanggal 4 s/d 8 September 2017 di Provinsi Lampung. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung. Ajang kompetisi 3 tahunan antar Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) yang difasilitasi Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut menurut rencana akan dibuka oleh Sekjen Kementerian Agama RI mewakili Menteri Agama karena saat acara diselenggarakan sedang melaksanakan tugas sebagai Amirul Haj di Arab Saudi.

Pada gelaran Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional Tahun 2017 kali ini, tema yang diambil adalah 

“Melalui Temu Karya Ilmiah Kita Kembangkan Budaya Akademik yang Kreatif, Terampil dan Berdaya Saing Guna Memperkokoh Atmosfir Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu”.

Lomba diikuti 550 peserta dosen dan mahasiswa dari 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri dan Swasta se Indonesia yang akan mempertandingkan 14 jenis lomba dan terbagi dalam dua kategori lomba karya ilmiah dan lomba keterampilan akademik antara lain: Lomba Presentasi Penulisan Proposal Penelitian, Lomba Presentasi Hasil Penelitian, Lomba Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Lomba Resensi Buku, Lomba Rancangan Penulisan Buku, Lomba Yoga Asanas, Dharmawacana Bahasa Indonesia, Cipta Tari Kreasi Keagamaan Hindu, Cipta Lagu Keagamaan Hindu, Apresiasi Sloka, Apresiasi Palawakya, Lomba Mengajar (Micro Teaching), Cipta Sastra Yantra dan yang terakhir adalah Lomba Dharmawacana Bahasa Inggris. Selain berbagai jenis lomba diatas juga akan diselenggarakan Parade atau pawai, Sarasehan, Pameran, Tirta Yatra, Launching / Bedah Buku, Olah Raga, dan eksibisi seni.

Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Ida Bagus Gde Subawa dalam keterangan persnya mengatakan bahwa kegiatan Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu merupakan agenda 3 tahunan Ditjen Bimas Hindu yang diharapkan bisa meningkatkan kerja sama, kualitas Tri Dharma, serta kualitas suasana akademis, antar Perguruan Tinggi Hindu se Indonesia. 

“ Dengan demikian akan terjadi peningkatan kualitas mutu perguruan tinggi terutama kualitas penelitian dan kualitas akademis lainnya pada civitas akademika Perguruan Tinggi Agama Hindu dan saya berharap peserta bisa menampilkan karya terbaiknya” jelas IBG. Subawa. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana I Made Santika menyampaikan bahwa Ditjen Bimas Hindu selaku pembina fungsional akademik sudah siap untuk menggelar Temu Karya Ilmiah PTKH pada bulan September 2017 besok. Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional ke 6 ini menurut Santika dilaksanakan dalam rangka meningkatkan standar mutu pembelajaran ilmiah guna pengembangan disiplin ilmu agama dan keagamaan. Dalam penyelenggaraan Temu Karya Ilmiah melibatkan mahasiswa serta dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu untuk ikut ambil bagian dan meyusun karya ilmiah. Dengan demikian diharapkan di masing – masing perguruan tinggi Hindu nantinya akan tumbuh suasana berkembang akademis yang religius dan dapat berdaya saing dengan perguruan tinggi lainnya.

Lebih lanjut Made Santika mengatakan bahwa 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu suadah siap mengirimkan kontingennya masing-masing. Kesebelas PTKH tersebut yaitu Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, STAH Dharma Nusantara Jakarta, STAH Santika Dharma Malang, STAH Dharma Sentana Palu, Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten, STAH Lampung, STKIP Agama Hindu Singaraja, STKIP Agama Hindu Amlapura Karangasem dan Universitas Hindu (UNHI) Denpasar. 

“Semoga kehadiran kontingen dari berbagai wilayah di Indonesia pada acara Temu Karya Ilmiah di Provinsi Lampung ini bisa memberikan kontribusi positif bagi kesemarakan dan kerukunan kehidupan beragama yang sudah berjalan baik selama ini di SANG BUMI RUWA JURAI ” Lampung“ kata Made Santika.
Dusun Kalipura, Desa Kulirejo Kab. Kendal Jadi Lokasi KKN 2017 STAH Dharma Nusantara Jakarta

On 11.24 with No comments

Berita Hindu Indonesia - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DN Jakarta), akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dusun Kalipura, Desa Kulirejo, Kecamatan Singorejo. Kab. Kendal, Jawa Tengah.


Demikian hal tersebut diungkapkan salah satu mahasiswi STAH DN Jakarta, Supriadi kepada Berita Hindu, tadi pagi
"Dusun Kalipura, Desa Kulirejo" Kata Supriadi di Jakarta, Jumat, (27/04/2017).

KKN tersebut akan berlangsung dalam waktu yang singkat yakni dari 20-26 April 2017. "Dari tanggal 20 sampai 26 April 2017" lanjutnya.

Sementara itu mengenai kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan, informan kami tidak mengungkapkan detailnya. Tetapi setidaknya ada beberapa hal yang telah disiapkan.
"Ratusan buku yang dibawah, ada dupa sebagai sample. kemudian kalau kegiatannya ada pasraman kilat dan parahyangan" lanjutnya.

Selain buku, STAH DN Jakarta juga akan menyerahkan sejumlah ternak kambing ke umat Hindu di Dusun Kalipura, Desa Kulirejo.
Untuk diketahui, ini bukan kali pertama STAH Jakarta berani keluar daerah melaksanakan KKN. Pada tahun sebelumnya 2015 KKN STAH Jakarta dilaksanakan di Desa Medowo, Kabupaten Kediri Jawa Timur dan Pada tahun 2016 KKN STAH Jakarta dilaksanakan di Desa Larangan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Kemudian tahun ini masih dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah yg bertepatan di Dusun Kalipura, Desa Kulirejo, Singorejo. Kab Kendal.
Semua kegiatan tersebut dilakoni untuk mendukung pengembangan umat Hindu di daerah, baik dari segi ekonomi, pendidikan maupun bidang kesehatan.


Sumber : Stah Dharma Nusantara Jakarta 
               




Persiapan Kelahiran Anak Menurut tradisi Agama Hindu

On 10.39 with No comments

Berita Hindu Indonesia -  Mempunyai keturunan merupakan keinginan setiap orang, karena setaip keluarga pasti mendambakan adanya buah hati didalam keluarganya,

Ilustrasi

Berikut merupakan hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan oleh calon orang tua, untuk persiapan kelahiran anak. Menurut tradisi Agama Hindu di Bali :

1. Ketika Anak Baru Lahir
Ucapkan Mantram Gayatri sebanyak mungkin, minimum tiga kali. Kalau bisa sambil membawa Japamala (ganitri). Maha Mantra Gayatri disebut juga sebagai Mantra Savitri atau Mantra Savita, sebagai ibu dari Veda yang memberikan pencerahan kepada kecerdasan dalam menapak kehidupan menuju kesempurnaan. Bisikkan Maha Mantra Gayatri tiga kali masing-masing di telinga kanan (dharma) dan kemudian di telinga kiri (sakti).

2. Waktu Dikasi Ari-Ari
Ketika sudah diberikan ari-ari dari pihak rumah sakit, bidan dll. Bungkus dengan kain putih sukla, sebaiknya sudah disiapkan payuk tanah yang cukup besar, dengan tutupnya, lalu ari-ari itu dimasukkan ke dalam payuk setelah itu di bawa pulang.

3. Mencuci Ari-Ari
Setelah sampai di rumah maka oleh ayah si anak ari – ari diletakan di dalam baskom/ember baru yang setelah itu alat tersebut tidak boleh dipakai lagi. Lalu ari – ari tersebut di cuci dengan air. Sang ayah harus membersihkan ari – ari dengan bersih dengan menggunakan kedua tangan, tanpa perasaan jijik dan dilakukan dengan perasaan penuh syukur dan kasih sayang, setelah bersih lalu di bilas dengan air kumkuman (air bunga).

4. Tahapan Dalam Menanam Ari-Ari
Siapkan sebuah kelapa ukuran besar yang masih lengkap dengan kulitnya, lalu dipotong dan dikeluarkan airnya. Pada bagian atas kelapa (bagian tutupnya) ditulis aksara Ah yang melambangkan Akasa dan pada bagian bawahnya ditulis aksara Ang yang melambangkan Pertiwi.
Lalu ari -ari dimasukan kedalam kelapa tersebut, diisi dengan 1 buah kwangen yang berisi 11 kepeng uang bolong yang diletakan di atas ari – ari, 1 potong lontar / ental yang ditulis aksara Ongkara, 1 ikat duri – durian (3macam duri), Rempah – rempah (anget – angetan), wewangian dan boleh juga di isi pesan – pesan lain dari sang ayah dalam hal ini mengacu kepada Desa Kala Patra.
Sesudah lengkap lalu kelapa tersebut dibungkus dengan ijuk lalu dibungkus kain putih dan selanjutnya di tanam. Untuk bayi laki – laki maka ari – ari di tanam di pekarangan dengan posisi di sebelah timur pintu masuk kamar si bayi (misalnya lokasi bayi di bale daja) sedangkan bayi perempuan di tanam di sebelah barat pintu. Masukan ari – ari tersebut ke dalam lubang lalu ucapkan mantram :

Om Sang Hyang Ibu Pertiwi rumaga bayu rumaga amrtha sanjiwani ang amertham sarwa tumuwuh (nama si bayi) mangda dirghayusa nutugang tuwuh

Setelah itu barulah ari – ari di timbun dan diatasnya diletakkan batu bulitan sebagai tanda dan ditanam pandan berduri. Hal ini secara sekala bertujuan menjaga ari – ari agar tidak diganggu hewan dan secara niskala bertujuan untuk menghindari gangguan jahat. Dan sanggah cucuk diisi lilin, usahakan tetap menyala selama 42 hari. Kemudian ditutup dengan kurungan ayam.

5. Banten Untuk Menanam Ari-Ari

Banten yang digunakan yaitu : banyuawang, dapetan, nasi kepel 3, pengulapan, pengambean, daksina. Daksina ditaruh di sanggah cucuk yang ditancapkan di atas tanah menanam ari-ari. Lalu buatkan segehan lima warna yaitu warna hitam di sebelah utara, putih sebelah timur, merah sebelah selatan, kuning sebelah barat dan manca warna di tengah.

Sumber : 
Makna dan Fungsi Kamar Suci

On 14.04 with No comments

Berita Hindu Indonesia - Kamar Suci mungkin sudah tidak asing lagi di dengar dikalangan masyarakat, namun apakah sesungguhnya Kamar Suci tersebut?

Pada awalnya Kamar Suci merupakan tempat yang dibuat khusus untuk melakukan persembahyangan karena tidak memiliki Merajan di pekarangan, mungkin disebabkan karena merantau (hanya dipakai tempat tinggal sementara), atau lahan yang ditempati masih berstatus kontrakan.

Kamar Suci merupakan tempat yang dibuat dan disucikan secara khusus hanya untuk melakukan kegiatan spiritual seperti Sembahyang, Meditasi, Yoga Asana, belajar Sastra Agama, dan lain-lain yang berhubungan dengan sepiritual positif.



Kamar Suci

Didalam Kamar Suci terdapat sebuah Pelangkiran dan diatasnya terdapat sebuah Daksina Linggih sebagai tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dari Kamar Suci dilakukan persembahyangan dan ngayat ke tempat-tempat tertentu seperti ke Merajan bagi yang tidak terdapat Merajan di tempat tinggalnya.

Jika sudah memiliki Merajan apakah membuat Kamar Suci itu salah? TENTU TIDAK, selama tidak mengubah fungsi dari Kamar Suci tersebut.

Jika sudah memiliki Merajan maka tempat bersembahyang tetaplah di Merajan, jadikanlah Kamar Suci sebagai tempat untuk belajar Sastra Agama, Meditasi, Yoga Asana, dll yang berhubungan dengan spiritual positif.

Namun belakangan ini terjadi pergeseran fungsi dari Kamar Suci, banyak orang berlomba-lomba membuat Kamar Suci untuk menstanakan Dewa-Dewa yang dituntun dari Pura-Pura tertentu.

Di Kamar Suci terdapat banyak Daksina Linggih karena banyak nuntun Dewa-Dewa, dan biasanya dilengkapi dengan benda-benda yang dianggap bertuah seperti: keris, tombak, dan benda-benda lain yang konon didapat sebagai anugrah (Pica).

Sehingga sering sekali kita jumpai orang sibuk sembahyang di Kamar Suci dan lupa akan keberadaan Merajan di pekarangannya. Bahkan ada yang lebih extreme lagi, karena sudah nuntun Dewa-Dewa dari Pura-Pura tertentu, menganggap dirinya paling sakti dan tidak usah lagi sembahyang di Merajan.

Tidak jarang kita jumpai kalau orang yang melakoni membuat Kamar Suci untuk nuntun Dewa-Dewa ke Kamar Sucinya malahan menerima akibatnya secara niskala di kemudian hari, bahkan keturunannya ikut kena imbas, dan pada akhirnya baru sadar setelah mendapatkan akibat tersebut.

Jika hendak membuat Kamar Suci, maka fungsikanlah sebagaimana mestinya, dan jadikanlah Kamar Suci sebagai tempat yang membuat semakin cerdas secara spiritual.

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung

On 18.57 with No comments

Berita Hindu Indonesia. Walikota Bandung, Ridwan Kamil berkeinginan untuk menambah jumlah Pura di wilayah Bandung. Hal tersebut disampaikan ketika menerima audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia, Kota Bandung. Dalam cuitannya di Twitter @ridwankamil menyampaikan bahwa Pemkot Bandung berencana menambah bangunan Pura di Bandung. Selain itu juga komitmennya memberikan bantuan dana rutin serta keinginannya adanya kolaborasi antara Bali dan Sunda.

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Berita ini tentunya menjadi sebuah angin segar bagi umat Hindu dai wilayah Bandung Raya serta umat Hindu di seluruh Indonesia. Perlu diketahui bahwa umat Hindu di berbagai wilayah di luar Bali seringkali mendapatkan hambatan dalam mendirikan tempat ibadah Pura. Hambatan yang muncul bisa dari masyarakat setempat yang non Hindu ataupun pemerintah wilayah setempat. Ridwan Kamil telah memberi contoh nyata sebagai seorang pemimpin yang bisa berdiri di atas semua golongan dan agama. 

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Cuitan Ridwan Kamil yang ingin berkolaborasi antara budaya Sunda dan Bali tentunya harus dimaknai dan disikapi pula oleh komponen Hindu di Bandung. Bentuk konkretnya adalah jangan sampai bangunan Pura yang akan dibangun tersebut tidak mencerminkan adanya kolaborasi yang diinginkan sang Walikota. Sudah semestinya dimanapun Pura dibangun harus mengakomodir budaya lokal yang tentunya tanpa melanggar rambu - rambu agama dalam tata letak pendirian Pura. Hal tersebut tentunya harus didesain secara matang oleh panitia pembangunan Pura yang nantinya akan dibentuk. Alangkah indahnya bila Pura Hindu di seluruh pelosok Indonesia bisa didesain dengan bentuk dan desain bangunan budaya setempat.

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Lebih lanjut dalam cuitannya Ridwan kamil juga menyampaikan pengalaman indahnya ketika dia mendirikan masjid di wilayah Tuban, Kuta Bali. Dalam pendirian tersebut dirinya tidak mendapat hambatan sedikit pun dari masyarakat Bali. pembangunan bisa berjalan lancar dan aman. Melalui cuitannya Ridwan kamil menyampaikan ucapan terima kasihnya dalam bahasa Bali kepada masyarakat Bali.

Sebagai umat minoritas di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, umat Hindu tentunya sangat berharap perhatian Pemprov/Pemkot/Pemkab di seluruh Indonesia dalam memberikan pelayanan yang adil dan proporsional. Hal tersebut tentunya hanya bisa terwujud bila adanya jalinan  komunikasi dan hubungan yang baik antara PHDI dengan Gubernur, Walikota/Bupati di wilayahnya. Rajin - rajinlah berkomunikasi dengan pimpinan daerah setempat dengan baik dan efektif. Sampaikan problematika dalam hal pelayanan pemerintah yang dihadapi umat Hindu di wilayah tersebut dan sambil berharap semoga virus Ridwan Kamil ini bisa menyebar merata ke seluruh pimpinan wilayah se-Indonesia. 

Hatur Nuhun Pisan Kang....