Berita Hindu Indonesia

Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

TWITTER

Diberdayakan oleh Blogger.
Upacara Adat Suku Tengger Probolinggo Jawa Timur

On 08.08 with No comments


Upacara Suku Tengger

Berita Hindu Indonesia - 
Bak Pengawal yang Setia, Suku Tengger yang tinggal di Kawasan Bromo-Tengger memiliki peranan penting dalam menjaga keluhuran adat dan kesucian kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Suku Tengger merupakan sebutan bagi Suku Asli yang mendiami Tengger (dikenal sebagai tanah hila-hila / suci) sejak zaman kerajaan Majapahit, para penghuninya dianggap sebagai abdi di bidang keagamaan.

Mereka hidup sederhana dengan mengandalkan hasil pertanian dan perkebunan, dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah. Yang membedakan mereka, dengan suku Jawapada umumnya, misalkan bahasa daerah yang mereka gunakan sehari hari adalah bahasa Jawa Kuno. Sampai saat ini mayoritas Suku Tenggermasih menganut agama Hindu Jawa. Adat istiadat dan budaya para leluhur suku Tenggersangat dipegang teguh hingga kini. Hal ini Tercermin dari masih lestarinya berbagai macam upacara/ritus keagamaan asli dariHindu Tengger.

Upacara adat suku Tengger terdiri dari
(1).Upacara adat yang berhubungan dengankehidupan bermasyarakat suku Tengger, seperti : Hari Raya Karo, Yadnya Kasada dan Unan-Unan,
(2). Upacara adat yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang, seperti:kelahiran (upacara sayut, cuplak puser, tugel kuncung), menikah (upacara walagara),kematian (entas-entas dll).
(3) Upacara adat yang berhubungan dengansiklus pertanian, mendirikan rumah, dangejala alam seperti leliwet dan barikan. Upacara Yadnya Kasada merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan pada malam ke-14 Bulan Kasada. Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasansendratari Rara Anteng – Jaka Seger di panggung terbuka Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Sumber :
#slokaweda #hindu #hindunusantara #hindubali #sloka #weda #infobali

@hindu_dharma @bimashindulpg @ukmhinduunila @unhidenpasar @puskorhindunesia @ppkmhdi @pckmhdipalu @pckmhdidenpasar @kmhdijatim @kmhdundip @kmh.telkomuniversity @kmhdunram @kmhdipalembang @kmhipo @kmhdisumsel @kmh_itb @kmhdi.jabar @kmhdiyogyakarta @kmhdipb @kmhb_unj @kmhbstan @kmhdfkugm @kmhd.sampoernauniversity @kmhdisurabaya @pc_kmhdibanjarmasin @kmhdi_bandarlampung @kmhd.isiyk @pc.kmhdi.karangasem @dpnperadahindonesia @peradah_kepri @peradah_sulsel @madewirayasa
PURA MANDALA GIRI SEMERU KABUPATEN LUMAJANG

On 16.03 with No comments

Pura Lumajang

Berita Hindu Indonesia - Komunitas agama Hindu ini memiliki tempat ibadah yang bernama Pura Mandara Giri Semeru, yang juga dijadikan sebagai objek wisata religi di Kabupaten Lumajang. Selain masyarakat Hindu di Senduro, pura ini juga sering dikunjungi masyarakat Hindu dari luar daerah Jawa Timur, termasuk dari Bali, terlebih pada saat hari-hari besar keagamaan atau juga pada saat upacara Piodalan (ulang tahun pura) yang diadakan tiap tahun sekitar bulan Juli. Pada upacara ini akan tampak masyarakat Hindu dari berbagai daerah yang memenuhi kawasan pura untuk berdoa dan menampilkan berbagai macam kesenian, termasuk kesenian Bali.

Terletak di sebelah timur kaki Gunung Semeru, di balik berdirinya pura ini ternyata terdapat sebuah cerita yang menarik. Awal pendirian Pura Mandara Giri Semeru di Kecamatan Senduro berkaitan dengan upacara Nuur Tirta, yaitu upacara memohon atau pengambilan air suci ke Patirtaan Watu Kelosot di kaki Gunung Semeru oleh umat Hindu dari Bali. Upacara Nuur Tirta ini merupakan bagian dari proses upacara Agung Karya Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih, yaitu pura yang berlokasi di kaki Gunung Agung di Bali. Pada upacara ini air suci harus dibawa oleh umat Hindu dari kaki Gunung Semeru hingga ke Pura Agung Besakih. Upacara ini awalnya dilakukan pada bulan Maret tahun 1963, yang kemudian dilaksanakan lagi pada tahun 1979. 

Dengan adanya upacara yang diadakan secara berkala tersebut, yang melibatkan umat Hindu baik dari Bali maupun umat Hindu asli sekitar kawasan Gunung Semeru, maka diputuskan untuk mendirikan tempat suci di kawasan yang dalam sejarah dinyatakan sebagai kawasan suci semasa Jawa Kuno ini. Meski awalnya permohonan pendirian pura sempat ditolak Pemerintah karena lokasinya berada di sekitar permukiman masyarakat non-Hindu, namun pada akhirnya terbukti bahwa tampak jelas adanya kerukunan antar umat beragama di daerah sekitar pura ini.

Sumber :
#slokaweda #hindu #hindunusantara #hindubali #sloka #weda #infobali
@jokowi @hindu_dharma @bimashindulpg @ukmhinduunila @unhidenpasar @puskorhindunesia @ppkmhdi @pckmhdipalu @pckmhdidenpasar @kmhdijatim @kmhdundip @kmh.telkomuniversity @kmhdunram @kmhdipalembang @kmhipo @kmhdisumsel @kmh_itb @kmhdi.jabar @kmhdiyogyakarta @kmhd
Kementerian Agama Akan Menggelar Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 di Lampung

On 09.36 with No comments



Berita Hindu Indonesia. Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 menurut rencana akan diselenggarakan tanggal 4 s/d 8 September 2017 di Provinsi Lampung. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung. Ajang kompetisi 3 tahunan antar Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) yang difasilitasi Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut menurut rencana akan dibuka oleh Sekjen Kementerian Agama RI mewakili Menteri Agama karena saat acara diselenggarakan sedang melaksanakan tugas sebagai Amirul Haj di Arab Saudi.

Pada gelaran Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional Tahun 2017 kali ini, tema yang diambil adalah 

“Melalui Temu Karya Ilmiah Kita Kembangkan Budaya Akademik yang Kreatif, Terampil dan Berdaya Saing Guna Memperkokoh Atmosfir Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu”.

Lomba diikuti 550 peserta dosen dan mahasiswa dari 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri dan Swasta se Indonesia yang akan mempertandingkan 14 jenis lomba dan terbagi dalam dua kategori lomba karya ilmiah dan lomba keterampilan akademik antara lain: Lomba Presentasi Penulisan Proposal Penelitian, Lomba Presentasi Hasil Penelitian, Lomba Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Lomba Resensi Buku, Lomba Rancangan Penulisan Buku, Lomba Yoga Asanas, Dharmawacana Bahasa Indonesia, Cipta Tari Kreasi Keagamaan Hindu, Cipta Lagu Keagamaan Hindu, Apresiasi Sloka, Apresiasi Palawakya, Lomba Mengajar (Micro Teaching), Cipta Sastra Yantra dan yang terakhir adalah Lomba Dharmawacana Bahasa Inggris. Selain berbagai jenis lomba diatas juga akan diselenggarakan Parade atau pawai, Sarasehan, Pameran, Tirta Yatra, Launching / Bedah Buku, Olah Raga, dan eksibisi seni.

Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Ida Bagus Gde Subawa dalam keterangan persnya mengatakan bahwa kegiatan Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu merupakan agenda 3 tahunan Ditjen Bimas Hindu yang diharapkan bisa meningkatkan kerja sama, kualitas Tri Dharma, serta kualitas suasana akademis, antar Perguruan Tinggi Hindu se Indonesia. 

“ Dengan demikian akan terjadi peningkatan kualitas mutu perguruan tinggi terutama kualitas penelitian dan kualitas akademis lainnya pada civitas akademika Perguruan Tinggi Agama Hindu dan saya berharap peserta bisa menampilkan karya terbaiknya” jelas IBG. Subawa. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana I Made Santika menyampaikan bahwa Ditjen Bimas Hindu selaku pembina fungsional akademik sudah siap untuk menggelar Temu Karya Ilmiah PTKH pada bulan September 2017 besok. Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional ke 6 ini menurut Santika dilaksanakan dalam rangka meningkatkan standar mutu pembelajaran ilmiah guna pengembangan disiplin ilmu agama dan keagamaan. Dalam penyelenggaraan Temu Karya Ilmiah melibatkan mahasiswa serta dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu untuk ikut ambil bagian dan meyusun karya ilmiah. Dengan demikian diharapkan di masing – masing perguruan tinggi Hindu nantinya akan tumbuh suasana berkembang akademis yang religius dan dapat berdaya saing dengan perguruan tinggi lainnya.

Lebih lanjut Made Santika mengatakan bahwa 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu suadah siap mengirimkan kontingennya masing-masing. Kesebelas PTKH tersebut yaitu Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, STAH Dharma Nusantara Jakarta, STAH Santika Dharma Malang, STAH Dharma Sentana Palu, Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten, STAH Lampung, STKIP Agama Hindu Singaraja, STKIP Agama Hindu Amlapura Karangasem dan Universitas Hindu (UNHI) Denpasar. 

“Semoga kehadiran kontingen dari berbagai wilayah di Indonesia pada acara Temu Karya Ilmiah di Provinsi Lampung ini bisa memberikan kontribusi positif bagi kesemarakan dan kerukunan kehidupan beragama yang sudah berjalan baik selama ini di SANG BUMI RUWA JURAI ” Lampung“ kata Made Santika.
Dusun Kalipura, Desa Kulirejo Kab. Kendal Jadi Lokasi KKN 2017 STAH Dharma Nusantara Jakarta

On 11.24 with No comments

Berita Hindu Indonesia - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DN Jakarta), akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dusun Kalipura, Desa Kulirejo, Kecamatan Singorejo. Kab. Kendal, Jawa Tengah.


Demikian hal tersebut diungkapkan salah satu mahasiswi STAH DN Jakarta, Supriadi kepada Berita Hindu, tadi pagi
"Dusun Kalipura, Desa Kulirejo" Kata Supriadi di Jakarta, Jumat, (27/04/2017).

KKN tersebut akan berlangsung dalam waktu yang singkat yakni dari 20-26 April 2017. "Dari tanggal 20 sampai 26 April 2017" lanjutnya.

Sementara itu mengenai kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan, informan kami tidak mengungkapkan detailnya. Tetapi setidaknya ada beberapa hal yang telah disiapkan.
"Ratusan buku yang dibawah, ada dupa sebagai sample. kemudian kalau kegiatannya ada pasraman kilat dan parahyangan" lanjutnya.

Selain buku, STAH DN Jakarta juga akan menyerahkan sejumlah ternak kambing ke umat Hindu di Dusun Kalipura, Desa Kulirejo.
Untuk diketahui, ini bukan kali pertama STAH Jakarta berani keluar daerah melaksanakan KKN. Pada tahun sebelumnya 2015 KKN STAH Jakarta dilaksanakan di Desa Medowo, Kabupaten Kediri Jawa Timur dan Pada tahun 2016 KKN STAH Jakarta dilaksanakan di Desa Larangan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Kemudian tahun ini masih dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah yg bertepatan di Dusun Kalipura, Desa Kulirejo, Singorejo. Kab Kendal.
Semua kegiatan tersebut dilakoni untuk mendukung pengembangan umat Hindu di daerah, baik dari segi ekonomi, pendidikan maupun bidang kesehatan.


Sumber : Stah Dharma Nusantara Jakarta 
               




Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung

On 18.57 with No comments

Berita Hindu Indonesia. Walikota Bandung, Ridwan Kamil berkeinginan untuk menambah jumlah Pura di wilayah Bandung. Hal tersebut disampaikan ketika menerima audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia, Kota Bandung. Dalam cuitannya di Twitter @ridwankamil menyampaikan bahwa Pemkot Bandung berencana menambah bangunan Pura di Bandung. Selain itu juga komitmennya memberikan bantuan dana rutin serta keinginannya adanya kolaborasi antara Bali dan Sunda.

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Berita ini tentunya menjadi sebuah angin segar bagi umat Hindu dai wilayah Bandung Raya serta umat Hindu di seluruh Indonesia. Perlu diketahui bahwa umat Hindu di berbagai wilayah di luar Bali seringkali mendapatkan hambatan dalam mendirikan tempat ibadah Pura. Hambatan yang muncul bisa dari masyarakat setempat yang non Hindu ataupun pemerintah wilayah setempat. Ridwan Kamil telah memberi contoh nyata sebagai seorang pemimpin yang bisa berdiri di atas semua golongan dan agama. 

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Cuitan Ridwan Kamil yang ingin berkolaborasi antara budaya Sunda dan Bali tentunya harus dimaknai dan disikapi pula oleh komponen Hindu di Bandung. Bentuk konkretnya adalah jangan sampai bangunan Pura yang akan dibangun tersebut tidak mencerminkan adanya kolaborasi yang diinginkan sang Walikota. Sudah semestinya dimanapun Pura dibangun harus mengakomodir budaya lokal yang tentunya tanpa melanggar rambu - rambu agama dalam tata letak pendirian Pura. Hal tersebut tentunya harus didesain secara matang oleh panitia pembangunan Pura yang nantinya akan dibentuk. Alangkah indahnya bila Pura Hindu di seluruh pelosok Indonesia bisa didesain dengan bentuk dan desain bangunan budaya setempat.

Ridwan Kamil Akan Bangun Pura di Bandung


Lebih lanjut dalam cuitannya Ridwan kamil juga menyampaikan pengalaman indahnya ketika dia mendirikan masjid di wilayah Tuban, Kuta Bali. Dalam pendirian tersebut dirinya tidak mendapat hambatan sedikit pun dari masyarakat Bali. pembangunan bisa berjalan lancar dan aman. Melalui cuitannya Ridwan kamil menyampaikan ucapan terima kasihnya dalam bahasa Bali kepada masyarakat Bali.

Sebagai umat minoritas di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, umat Hindu tentunya sangat berharap perhatian Pemprov/Pemkot/Pemkab di seluruh Indonesia dalam memberikan pelayanan yang adil dan proporsional. Hal tersebut tentunya hanya bisa terwujud bila adanya jalinan  komunikasi dan hubungan yang baik antara PHDI dengan Gubernur, Walikota/Bupati di wilayahnya. Rajin - rajinlah berkomunikasi dengan pimpinan daerah setempat dengan baik dan efektif. Sampaikan problematika dalam hal pelayanan pemerintah yang dihadapi umat Hindu di wilayah tersebut dan sambil berharap semoga virus Ridwan Kamil ini bisa menyebar merata ke seluruh pimpinan wilayah se-Indonesia. 

Hatur Nuhun Pisan Kang.... 


Umat Hindu Bali Menentang Rencana Pembangunan Hotel Bintang 6 di Tanah Lot

On 13.41 with No comments

Berita Hindu Indonesia - Sebuah rencana pembangunan hotel bintang 6 di Bali telah memancing kemarahan warga Bali. Sebagian umat berpendapat bahwa hotel yang akan dibangun tersebut akan lebih tinggi dari pohon kelapa. Kelompok usaha Hotel Trump rencananya mulai membangun sebuah resort tahun depan dan akan dibangun di puncak tebing yang pemandanganya langsung menghadap Pura Tanah Lot yang terkenal yang dibangun di abad ke-16.


Ilustrasi
Masyarakat lokal di Bali telah memprotes rencana pembangunan ini karena hotel ini akan memebentuk menara yang tinggi. Banyak umat Hindu di Bali mengukur tinggi gedung-gedung dengan ketinggian pohon kelapa dan percaya bahwa setiap gedung yang tingginya melebihi pohon kelapa akan membuat para Dewa marah. (Sebenarnnya tinggi gedung tidak boleh dari pohon kelapa, adalah usulan konsultan perencanaan dari Bank Dunia, tidak ada kaitanya dengan kemarahan para Dewa. Kata orang sekarang ini '' lebay'', redaksi)

I Gusti Ngurah Sudiana, Pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia Prov. Bali bercerita ke harian Bloomberg :''Saya sangat menentang keras setiap pembangunan yang berdambak kepada Pura. Hal-hal seperti ini sangat sensitif di Bali. Umat Hindu Bali cenderung tidak mau berteriak keras, namun hal-hal seperti ini berkaitan dengan kesucian Pura yang sangat sensitif, tapi penegakan hukum sangat lemah.''

HPI Mencatat : Pulau Kauai, di mana Hiduism today dan HPI dicetak, memiliki pembatasan yang sama terkait aturan pembangunan gedung: Tidak satu gedung pun yang boleh dibangun melebihi ketinggian 48 kaki ( 16 meter) gedung bertingkat empat, ini berdasarkan pada ketinggian sebuah pohon kelapa.


Sumber : Gede Ngurah Ambara/Kaltim
Info No Selfi Di Hari Raya Nyepi

On 11.23 with No comments

 
Larangan Selfi
Berita Hindu Indonesia - Himbauan kepada Umat Hindu Se-Dharma, kami mendukung dan mengapresiasi statement dari Ketua PHDI Prov. Bali Bpk Prof Dr I Gusti Ngurah Suadiana, M.Si terkait larangan berfoto selfi pada saat hari Raya Nyepi.Yang di update oleh Info Dewata pada jumat Kemarin (27/2/2017)

Mari kita sebagai umat Hindu memberikan contoh yang baik bagi umat lain bagaimana seharusnya Hari Raya Nyepi ditetapkan dan dijalankan sengan benar di Bali (Catur Bratha Penyepian)

Pada Kesempatan ini juga dapat kami sampaikan bahwa sama seperti tahun kemarin, selama Hari Raya Nyepi tidak akan melakukan posting dan Update seputar berita atau apapun  juga



Sumber : InfoDewata